Bukan September Ceria

20 September 2013

Dear jomblo-jomblo yang kesepian,

Kali ini gue bakal nemenin kalian dengan menceritakan kisah seorang Pisceswati yang nampaknya kurang bagus peruntungannya di bulan September ini. Seorang wanita Pisces sejati yang merasa bahwa jalan hidupnya semakin hari semakin berat, kebutuhan meningkat, dolar melonjak, dan tempe pun menjadi makanan yang cukup langka.

Terkait dengan harga tempe yang cukup mahal dan antik, gue jadi punya pemikiran sendiri tentang perbedaan pergaulan anak-anak jaman dulu dan sekarang, contohnya sebagai berikut :

#Pergaulan anak jaman dulu sewaktu tempe masih murah

Seorang murid SD ditemukan gurunya sedang menangis dramatis di bawah pohon. Diduga sang murid sangat menyesali potongan rambutnya yang baru saja dipangkas oleh tukang cukur di bawah pohon rindang. Alih-alih ingin memiliki rambut seperti Justin Bieber, sekarang rambutnya justru malah nampak seperti Justin Bleber. Simak dialognya :

Murid : “Huweeeee.. Huweeee.. Huweeeeee…”

Bu guru : “Ada apa nak? Kamu ga kenapa-kenapa kan?”

Murid : “Bu guruuuuu, liaaatt.. Rambut aku pitak sebelah, terus poninya dibikin poni selamat datang sama tukang cukur DPR (baca : Dibawah Pohon Rindang), huweeeeee…”

Bu guru : “Aduuuuhh.. Cupppp.. Cuppp.. Cuuupp.. Kamu tuh cengeng banget sih jadi anak, nanti juga rambutnya tumbuh lagi. Udah ya, nak.. Jangan nangis terus. Jadi anak harus kuat bermental baja, jangan bermental kayak tempe.”

#Pergaulan anak jaman sekarang ketika harga tempe melonjak naik

Pada suatu hari, ada sekumpulan pria hidung belang nan kesepian lagi main Pokopang sambil godain cewek-cewek yang lewat depan warung tempat mereka nongkrong. Untuk mempersingkat durasi, kita singkat aja nama mereka menjadi cohibelnanian a.k.a COwok HIdung BELang NAN kesepIAN.

Cohibelnanian : “Neng, godain kita dong. Mau main Pokopang bareng abang, ga?”

Cewek : (Tanpa menoleh dan berkata sedikitpun si cewek berjalan lurus ke depan sambil mengacungkan tangan kanannya seperti mengisyaratkan ‘talk to my hand‘).

Cohibelnanian : “Wah, si neng sombong amat.. Kalo ga mau bilang aja ga mau, ga usah sok jual mahal gitulah neng, kecuali kalo kamu tempe.”

See? That’s the difference between the old tempe and the nowdays tempe.

Oke, fokus. Kembali ke topik.

Jadi mblo, di malam yang sunyi ini, ternyata bukan cuma kalian aja yang kesepian, tapi gue. Status gue saat ini memang berpacar, malah hampir aja menuju ke jenjang yang lebih tinggi, yaitu lamaran.

Harusnya tanggal 21 September besok gue dilamar, tapi apa boleh buat, berhubung bapaknya cowok gue abis operasi usus buntu dan masih dalam tahap pemulihan, jadi dengan terpaksa lamaran kali ini ditunda dulu. Sekali lagi gue tekankan bahwa lamaran ditunda ya, bukan dibatalkan. Ngerti? Camkan itu!!

Jujur, ada sedikit rasa kecewa sih soal lamaran yang ditunda ini, soalnya gue udah kebelet banget pengen eksis majang dp bbm gue beserta cincin yang melingkar di jari manis. Seneng aja gitu pamer status engaged sama jomblo-jomblo biar pada sirik. Lagian klo taunya jomblo-jomblo beneran sirik, gue tinggal bilang aja “sirik tanda tak mampu, orang sirik, pasti musyrik!!”

Hueheheheh.. Dipikir-pikir, wajar juga sih lamaran gue ditunda, ini pasti karena dari awal gue udah berniat buruk mendzolimi kaum jomblo. Beruntunglah kalian mblo, walo ga disayang pacar, seenggaknya kalian masih disayang Tuhan.

image

Biarlah kusimpaaaannn, sampai nanti aaakuuuu..

Pokoknya September ini nampaknya Tuhan sedang menguji ketahanan iman gue sebagai seorang muslim. Selain soal pendingnya lamaran, gue juga lagi punya masalah soal pekerjaan. Ga usah dijelasin kali ya masalahnya apa, yang jelas gue lagi bete benjet sama salah seorang rekan kerja yang diam-diam menusuk dan menikam gue berkali-kali dari belakang. Sebenernya ga separah itu juga sih, cuma entah ini apa karena gue lagi dapet aja makanya jadi lebay bahasanya. Tapi emang bener deh, temen gue yang satu ini bener-bener ngeselin abis, semacam tipe orang yang suka SKSD a.k.a Sok Kenal Sok Dekat (baca : carmuk) sama bos gitu dengan cara ngejelek-jelekin orang lain. Padahal sesungguhnya, ngejelek-jelekin orang lain ga kan membuat kamu terlihat lebih bagus kok.

Seandainya musuh temen gue itu baca blog ini, gue cuma pengen nyampein gini sama dia :

“Hey you!! Yes you, Monkey!! Listen clearly!! You can hate me, you can talk bad about me, but in the end, I’ll stay happy, and you’ll stay jealous.”

Jadi yah intinya sih, ada beraneka ragam manusia di dunia ini. Tuhan memang adil, sangat adil, karena selain menciptakan orang sabar, Tuhan juga ga lupa untuk menciptakan orang-orang untuk menguji kesabaran. Tinggal kitanya aja yang menyikapi mo milih jadi orang sabar atau jadi orang yang menguji kesabaran orang lain.

Oke sip, cukup segitu dulu aja postingan gue malam ini. Sekalian gue pengen minta doanya juga biar bapaknya cowok gue cepet sembuh, amien.

Atas nama ketua front pembela jomblo-jomblo yang kesepian di malam ini, gue pamit undur diri dulu. See you on the next ridiculous story, emmuaaahhhh!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s