Tambah Daya Gratis Effect

Dear jomblo-jomblo terlantar yang dipelihara oleh negara..

MERDEKA!!

Gue tau udah telat banget bilang merdeka dengan semangat 45, tapi yah apa boleh buat, abisnya baru sekarang ini gue sempet nulis lagi. Maklumlah, pekerjaan gue sebagai seorang call center yang berintegritas tinggi itu sangat menyita waktu dan tidaklah mudah, apalagi sekarang ada program PD (Penambahan Daya) gratis dari PLN. Program yang bikin semua agent call center yang baru dateng, langsung pada pengen resign, termasuk gue. Gimana ga pengen resign, tiap hari call-nya membabi buta, atau istilah call centernya ‘kiwing’, yang berarti antrian telepon.

Emang dasar orang Indonesia, denger kata gratis aja kegirangan banget dan langsung semangat daftar, padahal beberapa dari mereka mungkin ga tau klo sesungguhnya semakin besar daya, semakin besar juga tarif dasar listriknya, sehingga dapat menyebabkan tagihan listrik melonjak menjadi beberapa kali lipat dari biasanya. Udah gitu tar gue-gue juga yang bakal repot, karena pasti bulan berikutnya orang-orang pada nyesel tambah daya dan pengen nurunin dayanya lagi ke semula, sedangkan buat pelanggan yang ikut program PD gratis ini minimal harus menggunakan daya barunya selama 1 tahun baru bisa diturunin dayanya.

Maka dari itu, melalui blog ini gue sampaikan bahwa jika kalian mo tambah daya mending pikir-pikir lagi deh, klo ga butuh-butuh amat mendingan ga usah. Jangan gampang tergiur dengan bahasa iklan, karena sesungguhnya semua iklan yang beredar apalagi diiming-imingi dengan kata ‘GRATIS’ pasti ada syarat dan ketentuan yang berlaku.

Dikarenakan antrian telepon yang menggewla (baca : menggila), gue jadi ga bisa kemana-mana. Tiap abis tutup telepon tanpa jeda sama sekali, kita langsung dapet telepon yang berikutnya. Tutup telepon, angkat lagi, tutup telepon, angkat lagi, tutup telepon, angkat lagi, gitu aja terus ampe kiamat. Bayangin deh, kita dipaksa ngomong 8 jam non stop. Istirahat pun terasa percuma. Sebagai call center, kita cuma dikasih 1 jam istirahat yang mau ga mau harus cukup digunakan untuk makan, solat, ke toilet, dan masukin data. Ga heran, beberapa agent call center banyak yang tumbang karena kita kan bukan robot.

image

Akhirnya selang beberapa hari setelah PD gratis diadakan, ada salah satu agent dari site lain yang pingsan. Iya bener sampe pingsan segala. Wajarlah, pasti capek gewla. Capenya emang bener-bener bikin gewla. Alhasil, dikarenakan oleh pingsannya agent tersebut, sekarang tiap pagi kita selalu dikasih susu dan roti. Sebenernya gue cukup bersyukur sih dikasih susu sama roti, tapi alangkah lebih bersyukurnya klo dikasih nasi padang. Gue yakin ga bakal mungkin lagi ada agent call center yang pingsan, paling banter juga diare gara-gara kepedesan.

Beberapa hari yang lalu, gue sempet baca artikel di detik.com, artikelnya berisi tentang pegawai kantoran di Jepang yang selalu menggunakan pampers selama bekerja, itu mereka lakukan guna meminimalisasi pergi ke toilet, sehingga dapat memaksimalkan pekerjaan. Kadang gue jadi berpikir, apa perlu ya kerjaan gue ini dipakein pampers, cateter, atau bahkan pispot agar lebih maksimal melayani pelanggan. Asa teu kudu , mun ceuk urang sunda mah.

Tapi dibalik kesengsaraan gue dalam mengangkat telepon yang membabi buta, tetep aja ada hal konyol yang terkadang masih suka bikin gue ngakak mengingatnya. Jadi kemaren tuh gue dapet pelanggan yang bernama Saepul. Karena ragu dengan penulisan namanya, gue pun meminta si bapak untuk mengeja namanya. Kira-kira gini percakapannya :

Gue : “PLN 123, Selamat siang dengan Havni bisa dibantu?”

Pelanggan : “Iya mbak, saya mau ikut program tambah daya gratis.”

Gue : “Baik, mohon maaf sebelumnya, dengan bapak siapa saya berbicara?”

Pelanggan : “Saya dengan Saepul, mbak.”

Gue : “Bapak Saepul, mohon maaf bisa dibantu untuk pengejaannya?”

Pelanggan : “ES.. A.. E.. PE.. U.. EL..”

Gue : “Baik, jadi penulisan nama Saepul ini menggunakan huruf P untuk Papa bukan F untuk Fanta, bapak ya?”

Pelanggan : “Iya mbak, Saepul-nya pake huruf P untuk Peuyeum.”

“Kriiiik.. Kriiikkk.. Kriiikkk.. Glundung.. Glundung.. Glundung..”

Dan jangkrik pun berderik, jerami bergelinding, sungguh percakapan yang sangat antiklimaks antara korelasi huruf P dan peuyeum.

Anyway.. Itulah segelintir kisah hidup gue akhir-akhir ini yang berkutat dengan telepon, pelanggan, dan listrik. Hidup memang penuh perjuangan keras, sekeras perjuangan para pahlawan bangsa yang terus berjuang hingga titik darah penghabisan demi terciptanya kemerdekaan.

Well, Di hari kemerdekaan yang udah lewat beberapa belas hari ini, marilah kita berdoa dan memberi semangat 45 bagi para pejuang cinta (baca : jomblo) yang hatinya susah merdeka dikarenakan masih terjajah oleh kenangan mantan.

Untuk membangun Indonesia bersih, mari hapuskan korupsi, kolusi, prostitusi, serta jangan lupa tingkatkan resepsi, khususnya resepsi pernikahan untuk mengurangi jumlah penduduk jomblo yang semakin hari semakin merajalela. Selain itu, koruptor, gembong narkoba, pemberi aliran dana ilegal dan pemberi harapan palsu harus diadili, dipidana bahkan dihukum mati. Berdoa, selesai. (Angkat kepala sambil tak sengaja kibaskan poni ke samping.)

30 Agoestoes 2013

Annisa Havni
Front Pembela Jomblo

                 

Advertisements

2 thoughts on “Tambah Daya Gratis Effect

    • Omaygad!! You know PLN so well ternyata, iya nih dengan berat hati harus dengan jujur saya katakan benar, PD gratis diperpanjang sampai 31 Oktober 2013, tetap semangaaattt!! PLN 123, TUNTAS TANPA TATAP!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s